Showing posts with label relawan. Show all posts
Showing posts with label relawan. Show all posts

Monday, 26 November 2012

Sukses #1 #Wujudkan #HeartsofVolunteers



















Hampir 6 bulan mengerjakan proyek ini, dibantu 19 orang relawan lain dengan tugasnya masing-masing. Iseng-iseng proyek ini dikampanyekan di Wujudkan.com dengan dua kali percobaan. Percobaan pertama dikampanyekan selama 75 hari dengan target dana Rp5.000.000,- sejak bulan Agustus dan berakhir di Oktober 2012. Gagal. Jauh dari target dana. Lalu, dicobakan untuk kali kedua selama 30 hari sejak akhir Oktober dan akan berakhir besok (27 November 2012) dengan target dana yang diturunkan, Rp2.500.000,-. Sukses. Melampaui target dana. Mencapai 122%.
Saya tidak bisa berkata-kata lagi dengan proses yang telah saya lalui dari proyek ini yang naik-turun, memberikan saya banyak pelajaran, dan keyakinan akan kesuksesan tahap awal untuk proyek ini. Ya, ini masih tahap awal. Masih ada tahapan panjang lainnya yang harus saya lalui lagi, tentunya dengan keyakinan. Masih ada tahap diskusi dengan penerbit yang Insya Allah akan eco-packaging. Masih ada lagi strategi mendistribusikan lagi proyek ini untuk cakupan yang lebih luas lagi. Tujuan akhir, yang sedikit abstrak, bagaimana buku ini bisa menginspirasi pembacanya.
Last statement, terima kasih kepada donatur yang telah bersedia meluangkan sebagian hartanya untuk proyek ini. Insya Allah amanah. 

Thursday, 27 September 2012

Menerapkan Sukarelawan Karyawan di Lingkungan Kerja

Jakarta (26/9). Volunteer-ID bekerja sama dengan BINUS Business School dan VSO (Volunteer Service Organization) Indonesia menyelenggarakan diskusi dwi-bulanan, Volunteer-ID Exchange, yang merupakan forum diskusi terbuka untuk berbagi dan belajar ide baru mengenai kesukarelawanan. Topik yang diangkat pada diskusi kali ini adalah "Inisiatif dan Program Penerapan Sukarelawanan Karyawan". Kegiatan diskusi ini dilakukan pada hari Rabu, 26 September 2012 di Kampus BINUS International, Jakarta Selatan. Pembicara yang hadir dalam diskusi ini adalah Simon Brown yang merupakan Corporate Partnership Manager for Asia Pacific, VSO International dan Mike Silvey yang merupakan Country Director, VSO Indonesia, serta dimoderatori oleh Sita Supomo dari Volunteer-ID. Forum diskusi dengan topik "Employee Volunteering Program: Implementing Employee Volunteering Program" ini dihadiri oleh peserta yang mayoritas berasal dari korporasi besar di Indonesia yang menerapkan program sukarelawan karyawan di masing-masing korporasi. Saya sendiri merupakan perwakilan dari Greeneration Indonesia yang juga menerapkan program ini. 

Sesi pertama diskusi diisi oleh riset oleh Simon Brown dengan studi kasus sukarelawan karyawan di China. Ada sekitar lebih dari 60% korporasi di China menerapkan sistem ini. Mayoritas bidang yang digeluti oleh para sukarelawan karyawan ini adalah bidang pendidikan dan target utamanya mayoritas anak-anak. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa ada gap yang cukup dalam antara program sukarelawan karyawan di korporasi dan NGOs. Kemudian, sesi kedua adalah small group discussion dengan menganalisis kondisi di Indonesia tentang opportunities (peluang-peluang) yang dimiliki Indonesia dalam menerapkan program sukarelawan karyawan, challanges (tantangan-tantangan) yang mungkin akan dihadapi bila menerapkan program sukarelawan karyawan, dan peran serta masing-masing sektor (pemerintah, swasta, dan NGO) dalam mewujudkan program sukarelawan karyawan. 

Suasana diskusi kelompok (Dokumentasi Rahyang Nusantara, 2012)
Dari hasil diskusi kelompok kecil ini, para peserta sepakat bahwa opportunities (peluang-peluang) yang dimiliki Indonesia banyak sekali. Selain sumber daya manusia yang banyak, persentase masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan juga masih banyak. Potensi ini menjadi peluang yang baik untuk korporasi dalam membuat program pembangunan berkelanjutan di daerah. Isu kesukarelawanan saat ini menjadi suatu trend isu yang berkembang dan banyak dibicarakan dalam masyarakat. Kemudian, challanges (tantangan-tantangan) yang mungkin akan dihadapi adalah mobilisasi dan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar yang bisa mempersulit pergerakan program sukarelawan karyawan. Aturan-aturan dalam kebijakan perusahaan pun menjadi hal yang cukup seru saat diskusi. Kebijakan yang dikeluarkan perusahaan akan memperjelas program dan komitmen perusahaan terhadap program sukarelawan karyawan ini. Isu lain yang dibicarakan adalah waktu kerja karyawan yang cukup sibuk dengan urusan kantor. Peran serta masing-masing sektor (pemerintah, swasta, dan NGO) dalam mewujudkan program sukarelawan karyawan juga menjadi hal yang sangat penting. Setiap lembaga/perusahaan punya common interest/kepentingannya masing-masing dan bisa dikolaborasikan satu sama lain. Seperti misalnya sektor pemerintah bisa menjadi pengatur regulasi mengenai sukarelawan karyawan dan penyedia sumber daya infrastruktur, sektor swasta menjadi sumber daya dana dan manusia, dan NGO menjadi fasilitator dan juga sumber daya manusia (relawan). 

Sesi selanjutnya adalah sesi diskusi kelompok kecil dengan topik "Moving forward", lanjutan dari analisis keadaan di Indonesia. Hal-hal yang didiskusikan dalam topik ini adalah kebutuhan spesifik yang dibutuhkan di Indonesia, bagaimana masing-masing lembaga mendukung program, dan dukungan lain yang dibutuhkan lembaga. Dari hasil diskusi, kebutuhan spesifik yang dibutuhkan adalah kebijakan, aturan-aturan, dan pedoman dalam lembaga/perusahaan mengenai manajemen sukarelawan karyawan ini. Selain itu, forum diskusi dibutuhkan untuk saling bertukar ide dan pengalaman masing-masing pelaku sukarelawan karyawan. Selain itu, lembaga/perusahaan terkait juga harus mendukung program sukarelawan karyawan ini dengan memulai membuat kebijakan yang bisa sesuai dengan skill masing-masing karyawan. Karena kegiatan sukarelawan ini merupakan profesi yang berkaitan dengan passion, lembaga/perusahaan yang mengembangkan program ini juga harus bekerja dengan hati. Lembaga/perusahaan pun perlu dukungan dari luar yang bisa berupa recognition, sistem perlindungan kepada relawan, dan juga forum diskusi yang saling menguatkan satu sama lain. 

Suasana diskusi (Dokumentasi Rahyang Nusantara, 2012)
Di akhir sesi, muncul ide untuk berkegiatan relawan bersama pada momentum Hari Relawan Internasional, yaitu pada tanggal 5 Desember. Ide yang muncul ini bertujuan untuk memunculkan isu sukarelawan karyawan kepada orang banyak. Kegiatan yang dilakukan pun sesuai dengan program yang dibuat oleh masing-masing lembaga/perusahaan. Ide ini juga muncul untuk menguatkan jaringan relawan se-Indonesia untuk saling berkomunikasi dan bertukar ide. 

Peserta Volunteer-ID Exchange (Dokumentasi Sita Supomo/Volunteer-ID, 2012)



Thursday, 28 June 2012

Relawan: Kaukah itu?


Relawan. Apa yang kau pikirkan saat mendengar kata "relawan". Menurut saya, relawan suatu profesi yang mulia. Waktu, tenaga, ide, bahkan uang mereka luangkan secara sukarela tanpa pamrih untuk kegiatan sosial. Kegiatan sosial? Mungkin terdengar "engga keren" buat anak muda zaman sekarang yang lebih memilih membeli gadget keluaran terbaru ketimbang merelakan uangnya untuk kegiatan sosial. Eittsss...jangan salah, banyak teman saya yang notabene anak muda "gahul" kota yang bahkan demen menjadi relawan. Relawan, dalam kegiatan apapun, sangat menarik. Saat terjadi bencana alam, banyak lho yang merelakan tenaganya untuk membantu korban bencana. Dari sana mereka banyak belajar mengenai pentingnya membantu sesama. Saya sendiri, aktif menjadi relawan di kegiatan-kegiatan di kota Bandung. Saya pernah berbagi pengalaman saat menjadi relawan yang bisa dibaca disini (jika berkenan membaca, hehehe). 



 
Saya melihat bahwa jarang sekali relawan berbagi cerita seru mereka saat menjalankan "tugas mulia" menjadi seorang relawan. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk melakukan recognition untuk mengapresiasi para relawan dimana pun berada, di bumi Indonesia kita tercinta ini, untuk bersama-sama menyebarkan inspirasi. Bentuk project yang akan saya lakukan ini adalah membuat buku yang akan memuat berbagai macam cerita pengalaman inspiratif relawan-relawan keren dengan berbagai aktivitasnya. Saya mengajak teman-teman untuk bergabung bareng dalam mewujudkan mimpi gila ini dengan menuliskan cerita kalian selama menjadi relawan. That would be cool, guys! Jika kalian bersedia menjadi relawan penulis cerita (yeah, relawan lagi!) jangan ragu-ragu mengontak saya ya! Sebelumnya mau minta tolong juga untuk mengisi kuesioner berikut (klik disini) untuk melakukan recognition awal. Terima kasih!