Wednesday 26 November 2014

Zero Waste Kit Untuk Lingkungan Yang Lebih Baik

Sejak mengikuti pelatihan mengenai persampahan lebih dari tiga tahun yang lalu, gue selalu kepikiran terkait barang-barang yang dibeli maupun digunakan."Nyampah gak ya?", "bakalan ada yang mulungin buat didaur ulang gak ya?", "proses pembuatannya gimana nih?", dan pertanyaan-pertanyaan lain yang bikin galau ekologis. Saat itu, yang bisa gue lakukan adalah baru memulai mengurangi penggunaan kantong plastik dan botol plastik. Cara yang gue lakukan untuk memulai gaya hidup nol sampah kala itu adalah membawa tas belanja sendiri dan botol minum sendiri. Kalau sebelumnya pakai botol minum yang masih terbuat dari plastik PP, sekarang sedang membiasakan menggunakan botol dari kaca. Botol yang gue punya adalah botol minum merek Equil dan Aqua Reflections. Gak ada alesan lagi buat engga punya botol minum. Kalau beli tumbler masih dirasa cukup mahal, beli aja botol kaca merek ini. Harga hanya berkisar antara Rp12.000-14.000 saja. Bahan kaca lebih ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan. 

Botol minum dan tas belanja selalu ada di dalam tas. Selain tas belanja yang umum dipakai, kali ini saya juga bawa tas untuk membeli buah-buahan. Botol minumnya pun botol kaca bekas air mineral.


Makin banyak diskusi dan membaca artikel, ternyata cukup banyak barang-barang yang bisa menunjang gaya hidup nol sampah. Akhir-akhir ini, gue dan teman-teman di Perkumpulan YPBB sedang membicarakan mengenai sedotan pakai ulang. Mulai dari jenis kaca hingga stainless steel, sampai akhirnya kita-kita pakai yang terbuat dari bambu. Sombongnya, aku duluan yang udah mulai pakai sedotan bambu ini. Hahaha. Oh iya, sedotan ini kalo udah dipakai langsung dicuci aja dengan sikat kecil biar bersih dan jangan lupa dikeringkan. Terbuat dari bambu, dikhawatirkan kalo engga kering bisa lumutan. Seminggu sekali direbus dengan mencampur air dan sedikit cuka, biar benar-benar bersih. 

Sedotan bambu dari Nadine Zamira, oleh-oleh dari Ubud.


Sebelum memakai sedotan ini, aku terkadang lupa dan ingat untuk menolak sedotan plastik sekali pakai dari tempat makan. Kalau lagi ingat, minuman yang kupesan langsung saja aku teguk langsung. Namun, setelah menggunakan sedotan bambu ini, seluruh pesanan minuman aku tolak pakai sedotan plastik dari mereka. Hahaha. Maaf ya, Pak, Bu, biar hemat juga gak beli sedotan plastik melulu. Hehehe. 

Waktu di tahun 2012, gue pernah mengunjuni Hummingbird di Jalan Progo, Bandung, dan memesan teh. Ada hal yang menurut gue menarik. Mereka menggunakan tea infuser dari stainless steel untuk menyeduh teh. Sejak saat itu, gue kalo sempat mengunjungi supermarket (dan kalau inget) mencari-cari tea infuser macam itu. Gue baru menemukannya beberapa minggu lalu di Lotte Mart Ratu Plaza, Jakarta. Sooooo happy! Hal-hal yang gue cari selama ini secara engga sengaja ketemu. Di kantor, kalo gue mau minum teh, gue bawa teh tubruk sendiri dan memakai tea infuser itu. Orang kantor pada nanya juga itu apaan. Enaknya pakai tea infuser ini adalah bisa dibawa kemana-kemana. Kalau kita diem di rumah, bisa pakai saringan aja yang mudah. Oh iya, teh tubruknya udah gue beli duluan dari beberapa bulan yang lalu lho. Hahahaha. 

Minum teh tak pernah seseu ini. Hehehe.


Terakhir, zero waste kit yang gue punya adalah sendok dan garpu. Hahaha. Standar sih, yang jenis ini mah banyak yang jual. Tidak seperti sedotan bambu dan tea infuser yang masih sulit ditemui. Sendok dan garpu ini bisa jadi penyelamat kalau-kalau kamu ditawari sendok dan garpu plastik. 

What's your kit?

Nah, kan. Sendok dan garpu, tentunya tempat makan akan sangat berguna kalau kamu mengunjungi pameran yang mana mereka menyajikan dengan barang-barang sekali pakai.


So, apa upayamu untuk mewujudkan gaya hidup nol sampah? Upayamu turut mendukung tujuan pemerintah Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020 lho :)

Jangan lupa ya zero waste kit-nya selalu dibawa :)

No comments: