Showing posts with label the body shop indonesia. Show all posts
Showing posts with label the body shop indonesia. Show all posts

Friday, 1 July 2016

[REVIEW] Perawatan Kulit Wajah Lanjutan Untuk Pria

Halo, semua. Setelah mengulas perawatan kulit wajah dasar sebelumnya disini, sekarang saya ingin mengulas perawatan kulit wajah lanjutan yang juga penting untuk dilakukan oleh pria. Engga mau kan wajahnya kusam, kotor, dan tidak berseri? Pria pun perlu lho melakukan perawatan kulit wajah supaya tetap sehat dan menarik. 

Kali ini, saya akan mengulas perawatan kulit wajah lanjutan yang saya lakukan dan memiliki efek positif terhadap tampilan kulit wajah saya. Untuk urusan ini, saya gunakan produk dari The Body Shop. Produk yang saya gunakan adalah pre-serum Drops of Youth Concentrate, serum Oils of Life, dan Drops of Youth Sleeping Mask. 



Jadi, setelah menggunakan toner, saya menggunakan Drops of Youth Concentrate kurang lebih dua tetes. Drops of Youth Concentrate adalah pre-serum dengan teknologi plant stem cells dari criste marine untuk semua jenis kulit yang membantu meningkatkan proses peremajaan, membuat kulit tampak lebih lembut, lebih segar dan lebih sehat dalam 4 minggu pemakaian. Produk ini tersedia dalam dua ukuran, 30 ml dan 50 ml. Cara pakainya adalah dengan menuangkan 2-3 tetes ke tangan lalu pijatkan dengan lembut ke wajah. Setelah meresap, saya lanjutkan dengan serum. 

Serum yang saya gunakan adalah Oils of Life Intensely Revitalising Facial Oil. Dengan memadukan tiga seed oils dengan tujuh campuran minyak lainnya - Lavender, Rosemary Leaf, Geranium, Orange Peel, Lavandin, Marjoram Leaf, Roman Chamomile – The Body Shop® menciptakan sebuah facial oil harian yang membantu melindungi kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Dengan tekstur yang ringan dan tidak lengket, Intensely Revitalising Facial Oil dapat membuat kulit tampak lebih halus. Cara pakainya adalah dengan mengaplikasikan satu hingga dua tetes pada bagian wajah dan leher kemudian melakukan pijatan lembut setiap pagi dan malam hari sebelum menggunakan krim. 

Khusus malam hari, setelah serum saya menggunakan Drops of Youth Sleeping Mask. Drops of Youth Sleeping Mask adalah masker wajah yang digunakan malam hari, menjaga dan merawat kulit saat Anda tidur untuk tampilan kulit wajah halus dan segar di pagi hari. Jika menggunakan produk ini, kita tidak perlu lagi menggunakan krim malam. 

Kandungan utama Drops of Youth, baik Concentrate ataupun Sleeping Mask adalah Babassu Oil. Kerja sama The Body Shop dalam memproduksi babassu oil telah membantu memberdayakan para perempuan dari koperasi COPPALJ co-operative di Maranhão, Brazil, dengan mengubah mata pencaharian tradisional mereka menjadi sumber pendapatan utama. Ke-150 anggotanya kini memiliki kesempatan bersuara lebih besar serta lebih dihargai dan diakui oleh komunitas mereka. 

Sedangkan kandungan utama dari Oils of Life adalah Community Trade organic olive oil yang dipetik menggunakan tangan dan diperas dalam suhu dingin di Cilento National Park di Itali bagian Selatan. Anggota koperasi Cilento National Park memproduksi oil ini dari berbagai varietas buah olive yang tumbuh secara alami di tanah yang di kelola dari generasi ke generasi. Kini mereka merupakan salah satu produsen olive oil terbesar di wilayahnya, beranggotakan 300 orang dan mengelola 2.000 hektar tanah. 

Kesimpulan menggunakan produk ini adalah:

#nofilter


a. Pros:
  • Wanginya seger banget, berasa banget alaminya
  • Karena produknya 1-2 tetes, jadinya awet banget
  • Kulit wajah berasa banget halusnya
  • Bekas-bekas jerawat berkurang
  • Kemasan kardus bersertifikasi FSC
  • Kemasan kosong bisa dikembalikan untuk didaur ulang dan berhak mendapatkan reward
b. Cons:
  • Untuk sleeping mask, jadi agak lengket tapi engga begitu bermasalah. 
Repurchase? TENTU SAJA!!! 

*Untuk Drops of Youth Concentrate sudah botol ketiga, akan memasuki botol keempat. Yang lainnya masih botol pertama dan masih banyak banget.

[REVIEW] Perawatan Kulit Wajah Dasar Untuk Pria Dengan Kulit Berminyak

Halo, semua. Tulisan kali ini akan membahas pengalaman saya menggunakan Kiehl's dengan rangkaian Men's Oil Eliminator yang ditujukan khusus untuk pria. Ini adalah rangkaian perawatan kulit wajah yang saya gunakan saat ini, setelah sebelumnya menggunakan rangkain Tea Tree dari The Body Shop (review cek disini). Kulit wajah saya berminyak, pori-pori cukup besar, dan cenderung berjerawat (banyak bekas-bekas jerawat). Mari kita mulai...

Rangkaian Men's Oil Elimintor dari Kiehl's ini hanya ada tiga: Deep Cleansing Exfoliating Face Wash, Refreshing Shine Control Toner, dan 24-hour Anti-shine Moisturizer. Saya pakai tiga-tiganya supaya hasilnya lebih maksimal. Rangkaian Oil Eliminator ini memang ditujukan untuk kulit pria yang berminyak. Deep Cleansing Exfoliating Face Wash adalah pembersih wajah sehari-hari untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit terasa lembut. Refreshing Shine Control Toner berfungsi untuk menyegarkan kulit dan mempersiapkan kulit sebelum diberikan moisturizer, selain itu toner ini bisa digunakan kapanpun sesuai kebutuhan. 24-hour Anti-shine Moisturizer adalah pelembab muka yang cepat menyerap dan ringan. 



Kandungan utama dari rangkaian ini adalah:
a. Glycerin
Gliserin berasal dari tumbuhan dan bekerja sebagai magnet untuk menangkap dan menjaga kelembaban kulit. Sangat cocok untuk kulit dan bekerja dengan "efek penampung" air sehingga secara otomatis meningkatkan kelenturan dan kekenyalan kulit. Gliserin yang digunakan berasal dari biji kelapa sawit, Rapa, dan kelapa.

b. Biji Apricot dan Biji Argan
Kandungan yang berfungsi sebagai eksfolian dan membersihkan penumpukan serpihan dan menghilangkan sel kulit mati pada permukaan kulit.

c. Asam Salisilat
Bekerja membantu mengangkat sel stratum corneum pada lapisan kulit dan membersihkan pori kulit yang tersumbat.

Selain rangkaian tersebut di atas, saya tambahkan scrub mingguan dengan menggunakan salah satu produk dari rangkaian Dermatologist Solutions, Epidermal Re-Texturizing Microdermabrasion, dan perawatan jerawat dari rangkaian Blue Herbal, yaitu Spot Treatment. Semua rangkaian yang saya gunakan ini saya sebut perawatan dasar. 

Saya gunakan rangkaian Oil Eliminator  dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Tekstur face wash-nya wangi mint banget dengan serpihan dari apricot seed sehingga membersihkan kulit wajah lebih bersih. Caranya cukup tuangkan ke salah satu ibu jari (saya selalu menuangkan di ibu jari tengah tangan kanan seukuran dua buah biji jagung) lalu usapkan secara merata di wajah menggunakan kedua tangan dengan gerakan sirkular sambil dipijat-pijat ringan. Saya lakukan proses itu sekitar 3 menit, kemudian saya membilasnya dengan air hingga bersih. Setiap dua kali dalam seminggu di pagi hari (hasil di pagi hari lebih maksimal), saya lanjutkan dengan scrub. Tekstur scrub-nya sendiri cukup kasar karena scrubnya terbuat dari micronized shells. Namun, hasil akhirnya keren banget! Kulit malah terasa lebih lembut dan kenyal. 

Kandungan utama dari Kiehl's Epidermal Re-Texturizing Microdermabrasion adalah:
a. Micronized shells (Diatomatious Earth)
Sebuah crystalline silica yang berfungsi sebagai exfoliant alami untuk mengangkat sel kulit mati di lapisan epidermis atau lapisan luar kulit.

b. Shea Butter 
Shea Butter adalah lemak alami diambil dari buah Pohon African Karate, dan digunakan pada lotion dan produk pembersih karena sifat melembabkannya. Melindungi kulit dari dehidrasi, merawat kelenturan kulit dan memperbaiki tampilan kulit kering.

c. Willow Herb (Epilobium angustifolium) 
Diambil dari sebuah tanaman yang dikenal sebagai fireweed atau willow herb. Tanaman ini diketahui mempunyai sifat anti-mikroba dan menyejukkan bagi kulit.

Tahap selanjutnya setelah dibersihkan adalah dengan menyemprotkan toner ke wajah. Toner dari Oil Eliminator ini tidak seperti toner pada biasanya. Cara aplikasi toner ini adalah dengan menyemprotkan langsung pada muka. Saya biasanya menyemprotkan di lima titik (dahi, pipi kanan dan kiri, hidung, dan dagu). Efek dari toner ini adalah sejuk dan segar. Setelah cukup kering, saya aplikasikan Drops of Youth Concentrate (pre-serum) dan Oils of Life (serum) dari The Body Shop (akan diulas dalam tulisan terpisah tentang perawatan lanjutan). Lalu, diakhiri dengan mengaplikasikan moisturizer pada wajah. Dengan hanya sedikit moisturizer, sudah cukup untuk melembabkan seluruh wajah. 

Khusus setiap kali melakukan scrub, setelah mengaplikasikan moisturizer, saya aplikasikan pula sunscreen untuk melindungi wajah. Saya cukup jarang menggunakan sunscreen (meskipun sebaiknya setiap hari digunakan) karena wajah saya akan lebih berminyak. Namun, karena setelah menggunakan scrub, kulit wajah akan lebih sensitif, maka penggunaan sunscreen dibutuhkan untuk menjaga kulit wajah tetap sehat. Produk yang saya gunakan untuk sunscreen adalah Seaweed Mattifying Moisture Lotion SPF 15 dari The Body Shop. Terakhir, saya gunakan Tea Tree Flawless BB Cream dari The Body Shop untuk meratakan wajah, dimana awalnya saya berharap bisa menutupi efek berminyak dari sunscreen, tapi ternyata tidak. Saya rekomendasikan Wonderblur dari The Body Shop untuk menutupi efek berminyak dari penggunaan sunscreen. Saya pernah mencobanya sebelum BB Cream. Tahapan ini hanya untuk pagi hari. 



Bagaimana dengan malam hari? Setelah serum, saya gunakan sleeping mask dari The Body Shop (akan diulas dalam tulisan terpisah tentang perawatan lanjutan). Khusus ketika sedang tumbuh jerawat, saya aplikasikan Blue Herbal Spot Treatment pada jerawat tersebut. Produk ini merupakan gel yang lembut dan mampu menyamarkan noda jerawat.

Kandungan utama dari Kiehl's Blue Herbal Spot Treatment: 
a. Ekstrak Kulit Pohon Kayu Manis
Ekstrak Kulit Pohon Kayu Manis diambil dari kulit pohon yang dikeringkan, dan diakui memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak daun. Mengandung essential oil dikenal dengan efek menenangkan.

b. Asam Glycolic 
Asam Glycolic adalah salah satu dari asam buah yang diambil dari batang tebu. Membantu mengangkat lapisan kulit terluar yang kering dan kasar, membuat kulit terlihat halus dan sehat.

Kesimpulan yang bisa saya tarik dari pengalaman saya menggunakan perawatan kulit wajah kali ini adalah sebagai berikut:

Abaikan tombol on/off di bawah mata.

Kiehl's
a. Pros:
  • Wangi menyegarkan dan menyejukkan
  • Warna kemasan hijau dan saya suka hijau! Hahaha
  • Efeknya terasa langsung
  • Teman-teman saya melihat bahwa kulit wajah saya terlihat lebih bersih
  • Produk cukup awet karena kemasan cukup besar dan penggunaannya yang sedikit
b. Cons:
  • Harga cukup mahal
  • Kiehl's tidak menjual versi travel size (kecuali pembelanjaan minimal Rp1.000.000 atau mengembalikan 5 botol kosong akan mendapatkan travel size secara cuma-cuma). 
Repurchase? YES!!!!!

The Body Shop
a. Pros:

  • Sunscreen: wanginya enak
  • Produk cukup awet karena kemasan cukup besar dan penggunaannya yang sedikit
  • Ukuran produk sangat handy dan bisa dibawa traveling
  • BB Cream: lebih baik tanpa sunscreen terlebih dahulu
  • Meratakan warna kulit wajah, tetapi tidak menyamarkan dengan penuh
  • Kemasan kardus bersertifikasi FSC
  • Kemasan kosong bisa dikembalikan untuk didaur ulang dan akan mendapatkan reward
b. Cons:
  • sunscreen membuat kulit saya lebih berminyak
  • SPF kurang tinggi
  • kombinasi sunscreen + BB cream kurang cocok untuk wajah saya, lebih bagus kominasi sunscreen + Wonderblur
  • Komposisi scrub dan sunscreen masih mengandung paraben
Repurchase? MAYBE!

Friday, 15 April 2016

Let's #EnrichNotExploit With The Body Shop

Bagi saya, sebuah perusahaan bukan saja berkepentingan untuk menjual sebanyak-banyaknya produk/jasa yang ditawarkannya. Namun, lebih dari itu. Investasi mereka bukan pada konsumen saja. Hal ini harus dilihat dari perspektif hulu ke hilir. Bahwa suatu perusahaan perlu memperhatikan banyak hal, bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Yang dalam realitanya, kepentingan pribadi dan golongan mengalahkan idealisme. Bagi saya, idealisme adalah harga mati yang patut diperjuangkan. Setuju atau tidak, ada pada pilihan Anda, sesuai dengan apa yang Anda yakini benar. 

Untuk kriteria perusahaan global, saya belum lihat perusahaan lain yang seidealisme The Body Shop dalam memperjuangkan banyak hal. Mereka bukan saja berjualan, tetapi ada nilai-nilai yang diperjuangkan. Kalau pembaca memiliki informasi perusahaan lain yang sekeren atau lebih keren dari pada The Body Shop, boleh lho berbagi cerita :)

Saya mengenal brand The Body Shop sejak lama, entah saat itu ada anggota keluarga yang pakai atau melihat di pusat perbelanjaan. Yang jelas saya ingat, harga produknya mahal dibanding produk yang ada di pasaran lainnya yang saya kenal. Perkenalan lebih lanjut dengan The Body Shop terjalin pada tahun 2013, saat saya dan kawan-kawan Greeneration Indonesia dan beberapa lembaga lain menginisiasi Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Produk pertama saya adalah Moringa Body Scrub, yang saya dapatkan dari Mba Rika sebagai goodies dari acara jumpa pers yang diselenggarakan dalam rangka Earth Hour 2013. Sejak saat itu, saya mulai mencari tahu mengenai The Body Shop dan mulai meninggalkan produk-produk perawatan tubuh dan kulit dari Unilever (dan sejenisnya) ke The Body Shop.

Saya mulai tergila-gila dengan produk The Body Shop, selain karena produknya yang menurut saya bagus, hal yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih brand ini untuk kebutuhan sehari-hari adalah nilai-nilai perusahaan yang menurut saya sangat idealis. Perusahaan mana yang berani untuk menyatakan bahwa produk mereka tidak merampas hak-hak hewan, menggunakan bahan-bahan yang jelas asal-usulnya, dan berani untuk menarik kembali kemasan kosong supaya mengurangi timbulan sampah plastik? 

Beberapa orang menilai saya terlalu berlebihan menjadi konsumen The Body Shop. Teman-teman perempuan saya bahkan berkelakar bahwa perawatan kulit wajah saya lebih lengkap dibandingkan mereka. Boleh saya akui bahwa saya senang merawat tubuh dan terlebih lagi kulit wajah saya yang cukup bermasalah dengan minyak yang berlebihan dan jerawat. Meski saya akui, produk yang saya pakai (rangkaian Tea Tree dan lainnya) belum mampu 100% untuk menangani permasalahan saya, saya percaya bahwa perawatan yang alami dengan bahan-bahan dari alam butuh proses yang sedikit lebih lama ketimbang perawatan dengan bahan-bahan sintetik. Asalkan saya rajin merawat pagi dan malam dengan rangkaian yang lengkap, permasalahan kulit wajah saya bisa dikendalikan. 

Meski pengeluaran saya untuk membeli produk ini cukup tinggi, investasi saya bukan hanya pada kulit wajah saya atau tubuh saya saja. Saya pun berinvestasi untuk keberlanjutan dari mitra-mitra Community Fair Trade The Body Shop, investasi untuk pengelolaan sampah plastik sehingga bisa mengurangi timbulan sampah di TPA (tempat pemrosesan akhir), dan juga bisa ikut berdonasi kepada mitra-mitra komunitas The Body Shop Indonesia, salah satunya Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Investasi saya bukan harta benda, tetapi amalan baik. Insya Allah. 

 Sebelumnya, nilai-nilai yang diangkat oleh The Body Shop ada lima buah, yakni:
1. Against Animal Testing
2. Support Community Fair Trade
3. Activate Self Esteem
4. Defend Human Rights
5. Protect the Planet



Tahun ini, tepat peringatan ke-40 The Body Shop berkarya, komitmen baru diluncurkan. Bagi saya, komitmen mereka ini juara banget. Ada tiga hal yang diusung untuk memperkuat komitmen Enrich, Not Exploit ini, yaitu:
1. Enrich Our People
2. Enrich Our Product
3. Enrich Our Planet



Anda harus baca sendiri penjelasan dari komitmen-komitmen tersebut di atas, supaya bisa menilai sendiri bahwa brand ini patut Anda pertimbangkan untuk dipilih. 

1. Enrich Our People


2. Enrich Our Product


3. Enrich Our Planet



Secara khusus, The Body Shop Indonesia membuat acara peluncuran komitmen baru ini minggu lalu. Saya berkesempatan untuk menghadiri peluncuran tersebut. Kata Mba Rika (GM Corporate Communications), saya diundang sebagai loyal member. Hehehe. Jadi malu. Sering-sering yah haha. Acaranya sendiri keren banget! The most green event ever. Saya akan bercerita lewat foto-foto dari acara tersebut. Selamat menikmati...

Dresscode-nya kuning. Seumur-umur ga pernah punya baju warna kuning yang bagus. Kalo engga kaos souvenir gitu, dulu punya kaos bergambar doraemon. Demi peluncuran ini, rela ngeluarin budget tambahan buat baju haha. 

Ini konsep green event yang diterapkan pada peluncuran komitmen terbaru The Body Shop.
Super niat dan ini jadi benchmark :)
Ingredients corner yang memperlihatkan bahwa bahan-bahan yang digunakan alami.

Jadi, ada tiga pos yang harus dilalui pengunjung untuk mendapatkan penjelasan. 1) Pos Jejak Ekologis (dipandu oleh Adisa). Pengunjung akan didata penggunaan transportasi menuju lokasi launching yang selanjutnya akan dihitung jejak karbon yang dihasilkan. Plus dapet mug dan sabun olive oil. 2) Pos Komitmen (dipandu oleh Mba Dita). Di pos ini dijelaskan  tentang komitmen baru dan kita diajak nulis komitmen juga. Plus dikasih hand cream Absinthe. 3) Pos Bunga Mawar. Jadi, kami yang hadir kemarin itu jadi yang pertama (setelah tentunya tim The Body Shop Indonesia) mencoba rangkaian baru British Rose. Pulangnya bawa body mist British Rose. 
Bersama Dithi (LeafPlus) dan Angela (Indonesia Expat) di British Rose corner. 
Bersama Ines dan Theo dari Yayasan Greeneration di panggung buat konferensi pers hehe. 
Sebelum bubar jalan, foto bareng dengan beberapa tamu undangan dan CEO The Body Shop Indonesia yang baru. 

Setelah menghadiri acara tersebut, saya semakin yakin bahwa memilih The Body Shop untuk produk sehari-hari adalah tepat. Saya tidak mengajak Anda untuk mengikuti pilihan saya, tetapi saya hanya ingin memberikan informasi bahwa selalu ada pilihan di sekitar kita untuk memilih produk yang lebih baik. Jadi, pilihan ada di tangan Anda :)

#ILoveTheBodyShop #LYBMember #LYBFan


Disclaimer:
Tulisan ini bukan bentuk endorsement, melainkan opini konsumen setia terhadap produk yang digunakannya sehari-hari. 

Friday, 30 January 2015

[REVIEW] Tea Tree Squeaky-Clean Scrub

Hello, again!

Minggu ini gue mau bahas produk scrub wajah yang gue pake. Tetep setia dengan produk The Body Shop lho, karena gue #TBSLovers, hihi. Produk yang gue pake adalah Tea Tree Squeaky-Clean Scrub. Waktu itu gue beli sepaket dengan Cool & Creamy Wash dan Tea Tree Oil (The Power of Trio), karena harganya lebih murah dibanding beli satuan, haha. 

Scrub kesukaan :p
Gue pake produk ini dua kali seminggu setelah cuci muka, karena kondisi wajah gue yang manja banget minta dirawat. Jadwalnya rutin, Minggu dan Kamis. Kadang malem, kadang pagi, suka-suka, haha. Yang gue suka adalah setelah pemakaian, kulit gue jadi halus banget (meski tetep ya pori-pori mah besar). Berhubung gue pengguna transportasi umum dan suka berjalan kaki, muka gue cepet banget kotornya, jadi biasanya 2-3 hari kulit gue agak kasar dan kusam. Tapi beruntunglah gue pake produk ini, karena sel-sel kulit mati di wajah gue bisa langsung terangkat! Biasanya, abis pake scrub gue lanjutkan dengan Tea Tree Face Mask, tapi karena efeknya biasa aja, jadi gue jarang pake. Padahal kalo rutin, mungkin kulit wajah gue bisa lebih bersih. 

Anyway, scrubbing ini perlu banget buat wajah yang berminyak dan berjerawat. Kondisi wajah kayak gue ini itu harus rutin dirawat, asal engga keseringan aja, entar malah makin berjerawat. Scrubbing maksimal dua kali sudah cukup dengan kondisi wajah kayak gue ini, biar kulit wajah juga terawat dan terbebas dari jerawat. Ohya, penggunaan scrub ini kalo rutin (dengan cuci muka yang rutin pagi-malem), bisa membuat wajah kita terhindar dari jerawat lho!

Kelebihan:
- kulit wajah jadi halus
- harga engga terlalu mahal
- scrub-nya halus, engga bikin kulit wajah terluka
- botol bisa dibalikin ke store TBS terdekat Anda (Bring Back Our Bottle) demi menjaga lingkungan kita ini dari limbah plastik. 

Kekurangan:
- engga ada

Repurchase? YES!

Friday, 23 January 2015

[REVIEW] Rangkaian Tea Tree The Body Shop

Menyambung tulisan minggu lalu, gue mau berbagi lagi tentang serangkaian produk perawatan kulit wajah yang gue gunakan. Centil sih, tapi da gimana lagi, nasib kulit wajah bermasalah. Kalo engga dirawat, bisa-bisa makin rusak :(

Nah, melengkapi pembersih wajah, gue pake serangkaian produk Tea Tree dari The Body Shop untuk melengkapi perawatan. Gue pake Skin Clearing Toner, Tea Tree Oil, Blemish Fade Night Lotion, dan Pore Minimiser. Oh ya, untuk losion siang, gue pake Maca Root Balancing Face Protector dari The Body Shop juga, karena Tea Tree Skin Clearin Lotion abis, plus produk ini sering sold out. Anyway, Maca Root Balancing Face Protector ini sebenernya engga cocok buat wajah berminyak, karena kata beauty consultant-nya malah bikin muka kita berminyak. Waktu itu gue salah beli, harusnya gue beli yang Energetic Face Protector (tapi gue udah pernah juga pakai ini). Berhubung lotion Tea Tree gue abis, dan ini masih ada, ya gue abisin dulu deh, sayang kan masih ada. Hahaha. Selain itu, gue pake Seaweed Pore Protector dari The Body Shop juga (akan gue ceritakan di lain tulisan). 

Rangkaian Tea Tree yang gue pake sekarang

Kondisi wajah gue itu berminyak, gampang berjerawat, pori-pori cukup besar dan ada bekas jerawat. Jadi wajar lah ya perlu dirawat supaya engga makin parah kondisinya. Gue pake rangkaian Tea Tree (dan produk The Body Shop di atas lainnya) sekitar 8 bulan lebih. Yang gue suka dari produk The Body Shop adalah penggunaan bahan alami, terlebih lagi di rangkaian yang gue pake ini menggunakan organic tea tree. The Body Shop pun melakukan mekanisme Community Fair Trade, artinya bahan baku pembuatan produknya dibeli langsung dari petani tanaman bersangkutan. 

Kesan pertama: Pengaplikasiannya hemat banget! Apalagi lotion-nya (baik untuk siang, malam, dan pore minimiser), secuil bisa buat muka gue yang lebar ini. Wanginya juga taneman banget. Khas The Body Shop deh. 

Hanya saja, setelah gue make Tea Tree Oil (udah dua botol yang aku pake) dan Pore Minimiser (udah 8 bulan pake ini, belum abis), efeknya engga berhasil di wajah gue. Entah kurang tokcer atau wajah gue emang udah parah kali ya, haha. Kalo ada jerawat, gue olesin Tea Tree Oil terus, tapi dalam waktu 3 hari, si jerawat kagak kempes-kempes. Begitupun Pore Minimiser, udah berbulan-bulan pake pun, pori-pori di wajah gue tetep besar :( 

Yang paling gue suka adalah Toner-nya. Ini adalah botol kedua yang gue konsumsi. Meski sebenarnya tidak mengurangi tampilan wajah kilap secara tahan lama (padahal kandungan mattifying powder yang bikin wajah kita bebas kilap), tapi dengan gue pake ini, wajah gue jadi bersih. Kadang gue suka mikir, yang penting wajah dicuci dan pake toner, wajah gue udah bersih dan terhindar dari jerawat :)))

Kalau Blemish Fade Night Lotion, karena gue sangat jarang pake ini (alesannya karena males, biasanya abis cuci muka pake toner doank, abis gitu bobo cakep), jadi gue belum melihat khasiat mujarab dari produk ini. Dari beberapa blog yang gue baca, losion malam itu ampuh buat memperbaiki kondisi kulit. Jadi, gue akan tetep pake produk ini ampe abis. Kalo ternyata tampilan bekas jerawat gue tersamarkan, mungkin aku akan membeli produk ini lagi, hehe. 

Kelebihan:
1. Toner:
- wajah gue jadi bersih
- hemat, gak usah banyak-banyak ditaro di kapasnya
- harga gak terlalu mahal

2. Tea Tree Oil:
- bisa dipake buat sauna wajah
- meski cuma 15 ml, tapi pemakaiannya cuma dikit aja di jerawat

3. Blemish Fade Night Lotion
- secuil losion bisa untuk seluruh wajah

4. Pore minimiser:
- engga ada

Kelebihan lain, botol-botol kosong bisa dibalikin lagi (Bring Back Our Bottle) karena The Body Shop Indonesia akan mendaur ulangnya. Bagi Anda Love Your Body Member, setiap tiga botol yang dikembalikan akan dapet poin! Ini mendukung program-program pelestarian lingkungan juga lho. 

Kekurangan:
1. Toner:
- engga ada

2. Tea Tree Oil:
- jerawat gue kagak kempes-kempes meskipun sering dipakai

3. Blemish Fade Night Lotion
- belum ada, karena gue bolos mulu makenya haha

4. Pore Minimiser:
- hasilnya engga terlihat

Repurchase?
1. Toner: YES
2. Tea Tree Oil: NO
3. Blemish Fade Night Lotion: MAYBE YES, kalo hasilnya terlihat.
4. Pore Minimiser: NO