Monday, 3 August 2015

Modus Operandi Penjual Voucher

Tanggal 28 Juli lalu, saya mendapat telepon dari seseorang yang mengatasnamakan "Visa & Mastercard Internasional". Satu hal, Visa dan MasterCard adalah perusahaan kartu kredit yang BERBEDA. Menurut penuturan perempuan yang menelepon saya tersebut, saya mendapatkan fasilitas berupa voucher untuk menginap di hotel dan penerbangan yang berlaku selama 10 tahun. Perempuan itu juga menjelaskan kepada saya bahwa ada "biaya jaminan" untuk voucher tersebut sebesar 3,9juta rupiah yang bisa diangsur selama 10 tahun. Saya sempat menolak, tetapi dengan kecerdasan seorang customer service (atau apapun namanya itu) yang memaksa saya untuk menerimanya (dengan alasan bahwa sudah otomatis nama saya menjadi penerima voucher tersebut), saya pun meng-iya-kan untuk pengiriman voucher tersebut yang tidak bisa diwakilkan penerimaannya, artinya harus saya sendiri yang menerimanya. Asumsi saya, kalau saya setelah menerima dan memutuskan untuk tidak memakai voucher tersebut, saya tidak perlu membayar apapun. Jadi, kalau mau kirim, ya kirim saja lah. Ohya, diakhir percakapan perempuan tersebut memberikan telepon kepada atasannya untuk memberikan selamat. Entah apa maksudnya. 

Dua hari kemudian, tanggal 30 Juli, perempuan tersebut menelepon kembali bahwa hari tersebut voucher akan dikirimkan. Dia juga mengingatkan bahwa saya harus memperlihatkan kartu tanda pengenal dan kartu kredit saya kepada kurir untuk meyakinkan kurir bahwa benar-benar saya yang menerima. Cukup aneh. Hari itu, saya duduk di ruang depan kantor. Dengan tidak sopan, si kurir tiba-tiba masuk tanpa permisi. Langsung saja saya tanya ini kurir voucher apa bukan, ternyata iya. Hal pertama yang saya kagetkan adalah setelah saya mengecek isi voucher tersebut, si kurir langsung meminta untuk men-swipe kartu kredit saya untuk membayar 3,9juta tadi (dan si kurir bawa mesin EDC!). Sontak saya menolaknya, karena di telepon sebelumnya dengan perempuan yang saya lupakan namanya tidak menyebutkan bahwa saya harus men-swipe kartu kredit saya pada hari itu juga. Saya meminta kepada kurir untuk mengembalikan voucher tersebut, selain karena saya tidak butuh, saya tidak mau menyalahgunakan kartu kredit yang saya miliki untuk sesuatu yang bukan kebutuhan saya. 

Si kurir akhirnya menelepon atasannya terkait masalah pengembalian voucher tersebut. Telepon si kurir diberikan kepada saya untuk berbicara dengan atasannya yang mana berbeda dengan perempuan yang menelepon saya. Setelah itu, perempuan yang mengontak saya menghubungi langsung ke telepon saya. Saya jelaskan bahwa tidak ada informasi sebelumnya untuk men-swipe kartu kredit saat penerimaan voucher, saya ingatkan lagi bahwa dia yang bilang untuk memperlihatkan kartu kredit kepada kurir. MEMPERLIHATKAN beda dengan MENGGUNAKAN. Mohon belajar lagi yah, Mba. 

Satu hal yang aneh lagi adalah tidak ada logo Visa ataupun MasterCard di Formulir Pemesanan voucher. Yang tertera malah logo Lintas Group yang tidak saya kenal. Ada pula satu poin yang bikin saya makin malas adalah ternyata mereka tidak bekerja sama dengan bank penerbit kartu ataupun dengan Visa/MasterCard. Mereka hanya bekerjasama untuk METODE PEMBAYARAN. Hellooo....semua toko modern sekarang juga pakai metode pembayaran seperti itu juga kali, artinya itu hanya sebagai ALAT untuk MEMPERMUDAH, bukan dibelokkan jadi yang lain. Bukan berarti mereka menjual nama Visa/MasterCard dan mengiming-imingi pengguna kartu mendapatkan fasilitas voucher. 

Setelah perdebatan dan penolakan saya yang keukeuh, akhirnya atasannya luluh dan menerima penolakan saya dengan CATATAN memberikan penggantian transport kepada kurir. PERUSAHAAN macam apa! Dari sini, saya akhirnya menyimpulkan bahwa mereka adalah:

1. Perusahaan penjual voucher, yang menjual voucher-nya dengan BERBAGAI CARA, termasuk memperdayai pemilik kartu kredit dengan MENJUAL nama besar orang. 
2. Perusahaan yang tidak melindungi konsumen, memperdaya konsumen untuk profit mereka sendiri, padahal konsumen ENGGA BUTUH. Sama seperti bank yang menawarkan fasilitas kartu kredit, nasabah bisa mengambil atau menolaknya kan?
3. Perusahaan ini membangun brand dengan kecurangan-kecurangan, memakai nama besar orang untuk kepentingannya sendiri. Dari awal aja udah engga jujur, Insya Allah engga bakal tahan lama perusahaan yang kayak begini mah. Mohon baca dulu Talk, inc atau Personal Brand, inc dulu, paling tidak, kalian paham bagaimana mengkomunikasikan sesuatu. 

Setelah si kurir pergi, saya bergegas ke bank penerbit kartu kredit yang saya gunakan. Saya curhat hal-hal di atas tadi dan meminta saran ataupun penjelasan terkait kasus tersebut. Menurut customer service (CS) bank yang ramah itu, dia menjelaskan kalau fasilitas kepada pengguna kartu, seperti voucher, hanya diberikan kepada nasabah prioritas, itupun dihubungi langsung oleh pihak bank. "Jangan swipe sembarangan, yah" kurang lebih begitu pesannya. Diapun menambahkan mungkin mereka mendapatkan kontak saya dari rekomendasi teman. Kalau benar, mohon maaf ya kalau kamu gak sopan banget nyebar-nyebarin nomor kontak dan data-data saya. Saya pun tanya lagi, karena si perempuan itu menyebutkan bahwa saya direkomendasikan oleh Visa/MasterCard. CS bank menjelaskan kalau data pengguna kartu tidak disebarkan. 

Saran saya buat pengguna kartu kredit: JANGAN tergoda dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh penelepon yang tidak jelas, kalau memang dari pihak bank, pasti fasilitas tersebut bisa kita klaim suatu saat. Gunakan kartu kredit dengan BIJAK. Sekali lagi, jangan terpedaya!

Salam,
(hampir jadi) Korban (untung sebelumnya udah sholat dhuhur dulu). 





Beberapa screen shoot dari produknya si penjual voucher.


1 comment:

Glory Chilly said...

Halo,
Apakah Anda secara finansial turun? mendapatkan pinjaman sekarang dan bisnis Anda menghidupkan kembali, Kami adalah pemberi pinjaman dapat diandalkan dan kami memulai program pinjaman ini untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi yang kurang istimewa untuk memungkinkan mereka membangun sendiri dan menghidupkan kembali bisnis mereka. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui email: gloryloanfirm@gmail.com. mengisi formulir Informasi Debitur berikut:

Nama lengkap: _______________
Negara: __________________
Sex: ______________________
Umur: ______________________
Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
Durasi Pinjaman: ____________
Tujuan pinjaman: _____________
Nomor ponsel: ________

silahkan mengajukan permohonan perusahaan yang sah.