Monday, 19 September 2011

PARJUR 2011 - Media Sebagai Garda Terdepan Pembangunan Pertanian


Oleh : Rahyang Nusantara
Diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Genera di Buletin Genera edisi pertama 26 Mei 2011 untuk Fakultas Pertanian, Unpad
“Saya lebih dikenal oleh banyak kalangan, sampai peneliti (dari) Jepang juga tahu hingga menemui saya ke-sini,” papar Dr. Agung Karuniawan sebagai seorang peneliti di bidang pemuliaan tanaman.
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik da-lam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia (UU No. 40 tahun 1999 Tentang Pers). Oleh karena itu, media massa dapat membentuk agenda pu-blik, menciptakan ketertarikan publik mengenai suatu isu, dan melalui pemaparan setiap hari. Pertanian merupakan kebutuhan dasar manusia yang akan terus menerus berkembang. Media dalam hal ini turut berperan dalam penyebaran informasi kepada publik. Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah memiliki ketergantungan dan kebutuhan terhadap media massa yang lebih tinggi daripada masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi karena pilihan mereka yang terbatas. Masyarakat dengan tingkat ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak pilihan dan akses banyak media massa, termasuk bertanya langsung pada sumber atau ahli dibandingkan mengandalkan informasi yang mereka dapat dari media massa tertentu.
Dr. Agung Karu-niawan sebagai seorang peneliti di bidang pemuliaan tanaman mengaku mendapatkan keuntungan dengan pemberitaan media terhadap penelitiannya. Penelitian beliau mengenai ubi jalar Citatah ini pernah dipublikasikan oleh Humas Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui website resmi dan Harian Pikiran Rakyat. “Saya lebih dikenal oleh banyak kalangan, sampai peneliti (dari) Jepang juga tahu hingga menemui saya kesini,” papar beliau saat ditemui di Ruang Redaksi Zuriat, Gedung Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad Kamis (19/05) sore. Menurut beliau, peneliti pada masa sekarang dituntut untuk menjadi kreatif dalam mempublikasikan hasil penelitiannya. Tidak hanya melalui media ilmiah seperti jurnal, prosiding, dan seminar, tetapi juga dalam bentuk media populer, seperti koran, majalah, dan media online. Media juga merupakan alat untuk mempengaruhi perubahan kesadaran di tingkat masyarakat. “Di Jepang, pemakan nasi adalah golongan tidak makmur, pemakan ubi jalar adalah golongan makmur.
Penduduk Indonesia masih ketergantungan konsumsi beras
(Sumber foto : Republika Online)
Di Indonesia sebaliknya. Stigma masyarakat yang harus kita ubah kalangan cendekiawan harus memberikan pencerahan bahwa sumber karbohidrat bukan hanya dari beras,” ungkap beliau yang juga merupakan dosen program studi Pemuliaan Tanaman, Faperta Unpad. Dalam hal ini jelas sekali bahwa media juga berperan dalam mengubah pola pikir masyarakat yang masih ketergantungan dengan beras.
Pengalaman lain juga dialami oleh Annisa Suci Agustina yang memiliki usaha keluarga, yaitu bunga potong. Usaha bunga potong yang bernama PD. Bunga H.Iyo di Cihideung, Bandung ini sudah dikenal masyarakat luas melalui mulut ke mulut. Annisa mengaku bahwa setelah usahanya diliput oleh Tabloid Agrina pada tahun 2006, target konsumen menjadi lebih luas dan beragam. Menurut Annisa yang dihubungi via telepon, media penting dalam menyebarkan informasi dalam inovasi pertanian. “Media jangan cuma menyorot kegagalan pertanian saja, potensi-potensi lain juga diangkat,” ujar Annisa yang juga merupakan mahasiswi Faperta Unpad angkatan 2008.
Media bisa mempengaruhi pikiran seseorang, sehingga pemberitaannya pun harus seobyektif mungkin. Dengan perannya yang luar biasa untuk publikasi hasil penelitian atau potensi suatu komoditas pertanian, media sangat penting dalam mengangkat nilai penting pertanian   yang   meru-kebutuhan pokok masyarakat luas. “Do something for society in Indonesia, publikasi hasil penelitian harus lebih populer. Not only scientific style, but also popular style,” pendapat Dr. Agung Karuniawan agar pertanian menjadi isu yang selalu hangat untuk diangkat.


Media baru memang menjadi trend masa kini dan akan terus berkembang. Seperti yang diangkat oleh Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Unpad dalam Parade Jurnalistik 2011 yang bertema "When New Media Start to Take The Lead" dimana puncak acaranya berlangsung pada tanggal 24 September 2011 di Universitas Padjadjaran Kampus Dipati Ukur. Informasi mengenai kegiatan ini bisa dibaca disini.

Supported by:

2 comments:

asaz said...

media juga bisa menggiring opini publik

Rahyang Nusantara said...

betul sekali