Thursday, 22 September 2011

PARJUR 2011 - Opini: Menuju Zero Waste Event

Oleh: Rahyang Nusantara

Masalah persampahan di Kota Bandung sudah sangat rumit. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah ini, tetapi sampah tetap menggunung. Pola pengelolaan sampah yang saat ini dilakukan dianggap tidak tepat. Bagaimana tidak, sampah yang dikeluarkan dari rumah akan dipindahkan ke tempat pembuangan sementara (TPS) atau tempat pembuangan akhir (TPA). Hal ini justru memindahkan masalah, karena di TPS maupun TPA tidak dilakukan pengelolaan sampah dengan benar. Oleh karena itu, pergerakan menuju zero waste lifestyle harus dikampanyekan lebih giat.

Bandung, kota kreatif dengan segudang ide-ide menarik mengenai zero waste, menyimpan berbagai macam cerita seru mengenai pengalaman dalam merancang suatu program yang dinamakan zero waste event. Apa sih zero waste event ini? Zero waste event bisa dikatakan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan meminimalkan pengeluaran sampah. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mengurangi produksi sampah dan memanfaatkan barang-barang yang bisa dipakai ulang. 

Salah satu acara yang dilakukan di Bandung dan mengusung zero waste event adalah the 4th National Scientific Paper Competition on Agriculture (NSPCA) 2011 yang diadakan oleh International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) LC Unpad pada bulan Juli lalu. Meski tidak semua aspek mengusung zero waste, setidaknya dalam hal penyajian makanan, panitia menyediakannya diatas piring rotan. Hal ini sungguh menarik, karena biasanya pada program-program sejenis yang dilakukan oleh mahasiswa dengan  menggunakan box kertas atau bahkan stryofoam untuk menyajikan makanan. Penyajian makanan seperti ini biasa disebut prasmanan
Salah satu bentuk penyajian zero waste pada acara the 4th NSPCA 2011 lalu
(Sumber: Dokumentasi YPBB Bandung)
Walaupun penyajiannya lebih repot, tetapi panitia tidak perlu menyediakan trash bag lebih banyak atau bahkan tidak perlu menyediakannya sama sekali. Hal ini bisa diatasi dengan menyediakan keranjang takakura yang merupakan tempat pengomposan bahan-bahan organis yang dilakukan didalam keranjang kecil. 

Acara lain yang mengusung zero waste event adalah Berbuka Sambil Ingat Lingkungan (Bersaling) 2011 yang diinisiasi oleh Greeneration Indonesia, U-Green ITB, Sahabat Walhi Jabar, dan Greeners Magz. Program yang diadakan setiap bulan Ramadhan dan melibatkan ratusan anak-anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan di Bandung ini mengangkat tema lingkungan pada setiap sesi acaranya, salah satunya zero waste event. Pada tahun ini, panitia menyediakan kotak nasi dan tempat minum yang bisa dipakai ulang untuk dibagikan kepada anak-anak yatim piatu dengan tujuan barang tersebut nantinya akan terus dipakai oleh anak-anak setiap hari untuk mengurangi sampah. Lagi-lagi, meski repot menyediakan makanan secara prasmanan untuk ratusan orang, panitia kegiatan ini telah berkontribusi positif untuk keberlanjutan lingkungan. 
Panitia menyiapkan tempat minum pakai ulang untuk dibagikan anak-anak yatim piatu
(Sumber: Panitia Bersaling 2011)

Membuat zero waste event memang bukan perkara mudah, tetapi akan terasa mudah bila orang yang bergerak di kegiatan itu paham akan upaya pelestarian lingkungan. Pada era internet sekarang, kampanye mengenai zero waste event dapat dilakukan dengan mudah. Media baru yang ditawarkan sekarang mempermudah kita untuk saling berbagi dan terhubung kemanapun. Media baru yang diyakini dapat memberikan perubahan dalam gaya hidup manusia bisa bisa kita manfaatkan untuk menyebar informasi dengan cepat, mudah, dan murah. Seperti yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Unpad dengan menyelenggarakan kegiatan Parade Jurnalistik 2011. Dimana tema yang diusung adalah "When New Media Start to Take The Lead". Informasi mengenai kegiatan ini bisa diklik disini. Mulailah dari diri sendiri dan kelompok kecil dan kalian akan membuat perubahan besar untuk lingkungan. Semangat hijau!

Supported by:

2 comments:

anil said...

woho,,
bikin cerita lengkap tentang zero waste yang seminar dong..suka dukanya dan bagaimana kalian keukeuh dan akhirnya zwe bisa terwujud :)

di unpad, ini merupakan zwe pertama bukan?

Rahyang Nusantara said...

yang diadain mahasiswa dg budget minim kayaknya iya, klo sama rektoratnya biasanya emng selalu parasmanan. heheh. haduh itu mah kerjaannya panitia yg cerita. aku ga tau banyak detilnya ehehe, karena cuma ngarahin harus zwe ahaha