Friday, 15 April 2016

Let's #EnrichNotExploit With The Body Shop

Bagi saya, sebuah perusahaan bukan saja berkepentingan untuk menjual sebanyak-banyaknya produk/jasa yang ditawarkannya. Namun, lebih dari itu. Investasi mereka bukan pada konsumen saja. Hal ini harus dilihat dari perspektif hulu ke hilir. Bahwa suatu perusahaan perlu memperhatikan banyak hal, bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Yang dalam realitanya, kepentingan pribadi dan golongan mengalahkan idealisme. Bagi saya, idealisme adalah harga mati yang patut diperjuangkan. Setuju atau tidak, ada pada pilihan Anda, sesuai dengan apa yang Anda yakini benar. 

Untuk kriteria perusahaan global, saya belum lihat perusahaan lain yang seidealisme The Body Shop dalam memperjuangkan banyak hal. Mereka bukan saja berjualan, tetapi ada nilai-nilai yang diperjuangkan. Kalau pembaca memiliki informasi perusahaan lain yang sekeren atau lebih keren dari pada The Body Shop, boleh lho berbagi cerita :)

Saya mengenal brand The Body Shop sejak lama, entah saat itu ada anggota keluarga yang pakai atau melihat di pusat perbelanjaan. Yang jelas saya ingat, harga produknya mahal dibanding produk yang ada di pasaran lainnya yang saya kenal. Perkenalan lebih lanjut dengan The Body Shop terjalin pada tahun 2013, saat saya dan kawan-kawan Greeneration Indonesia dan beberapa lembaga lain menginisiasi Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Produk pertama saya adalah Moringa Body Scrub, yang saya dapatkan dari Mba Rika sebagai goodies dari acara jumpa pers yang diselenggarakan dalam rangka Earth Hour 2013. Sejak saat itu, saya mulai mencari tahu mengenai The Body Shop dan mulai meninggalkan produk-produk perawatan tubuh dan kulit dari Unilever (dan sejenisnya) ke The Body Shop.

Saya mulai tergila-gila dengan produk The Body Shop, selain karena produknya yang menurut saya bagus, hal yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih brand ini untuk kebutuhan sehari-hari adalah nilai-nilai perusahaan yang menurut saya sangat idealis. Perusahaan mana yang berani untuk menyatakan bahwa produk mereka tidak merampas hak-hak hewan, menggunakan bahan-bahan yang jelas asal-usulnya, dan berani untuk menarik kembali kemasan kosong supaya mengurangi timbulan sampah plastik? 

Beberapa orang menilai saya terlalu berlebihan menjadi konsumen The Body Shop. Teman-teman perempuan saya bahkan berkelakar bahwa perawatan kulit wajah saya lebih lengkap dibandingkan mereka. Boleh saya akui bahwa saya senang merawat tubuh dan terlebih lagi kulit wajah saya yang cukup bermasalah dengan minyak yang berlebihan dan jerawat. Meski saya akui, produk yang saya pakai (rangkaian Tea Tree dan lainnya) belum mampu 100% untuk menangani permasalahan saya, saya percaya bahwa perawatan yang alami dengan bahan-bahan dari alam butuh proses yang sedikit lebih lama ketimbang perawatan dengan bahan-bahan sintetik. Asalkan saya rajin merawat pagi dan malam dengan rangkaian yang lengkap, permasalahan kulit wajah saya bisa dikendalikan. 

Meski pengeluaran saya untuk membeli produk ini cukup tinggi, investasi saya bukan hanya pada kulit wajah saya atau tubuh saya saja. Saya pun berinvestasi untuk keberlanjutan dari mitra-mitra Community Fair Trade The Body Shop, investasi untuk pengelolaan sampah plastik sehingga bisa mengurangi timbulan sampah di TPA (tempat pemrosesan akhir), dan juga bisa ikut berdonasi kepada mitra-mitra komunitas The Body Shop Indonesia, salah satunya Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Investasi saya bukan harta benda, tetapi amalan baik. Insya Allah. 

 Sebelumnya, nilai-nilai yang diangkat oleh The Body Shop ada lima buah, yakni:
1. Against Animal Testing
2. Support Community Fair Trade
3. Activate Self Esteem
4. Defend Human Rights
5. Protect the Planet



Tahun ini, tepat peringatan ke-40 The Body Shop berkarya, komitmen baru diluncurkan. Bagi saya, komitmen mereka ini juara banget. Ada tiga hal yang diusung untuk memperkuat komitmen Enrich, Not Exploit ini, yaitu:
1. Enrich Our People
2. Enrich Our Product
3. Enrich Our Planet



Anda harus baca sendiri penjelasan dari komitmen-komitmen tersebut di atas, supaya bisa menilai sendiri bahwa brand ini patut Anda pertimbangkan untuk dipilih. 

1. Enrich Our People


2. Enrich Our Product


3. Enrich Our Planet



Secara khusus, The Body Shop Indonesia membuat acara peluncuran komitmen baru ini minggu lalu. Saya berkesempatan untuk menghadiri peluncuran tersebut. Kata Mba Rika (GM Corporate Communications), saya diundang sebagai loyal member. Hehehe. Jadi malu. Sering-sering yah haha. Acaranya sendiri keren banget! The most green event ever. Saya akan bercerita lewat foto-foto dari acara tersebut. Selamat menikmati...

Dresscode-nya kuning. Seumur-umur ga pernah punya baju warna kuning yang bagus. Kalo engga kaos souvenir gitu, dulu punya kaos bergambar doraemon. Demi peluncuran ini, rela ngeluarin budget tambahan buat baju haha. 

Ini konsep green event yang diterapkan pada peluncuran komitmen terbaru The Body Shop.
Super niat dan ini jadi benchmark :)
Ingredients corner yang memperlihatkan bahwa bahan-bahan yang digunakan alami.

Jadi, ada tiga pos yang harus dilalui pengunjung untuk mendapatkan penjelasan. 1) Pos Jejak Ekologis (dipandu oleh Adisa). Pengunjung akan didata penggunaan transportasi menuju lokasi launching yang selanjutnya akan dihitung jejak karbon yang dihasilkan. Plus dapet mug dan sabun olive oil. 2) Pos Komitmen (dipandu oleh Mba Dita). Di pos ini dijelaskan  tentang komitmen baru dan kita diajak nulis komitmen juga. Plus dikasih hand cream Absinthe. 3) Pos Bunga Mawar. Jadi, kami yang hadir kemarin itu jadi yang pertama (setelah tentunya tim The Body Shop Indonesia) mencoba rangkaian baru British Rose. Pulangnya bawa body mist British Rose. 
Bersama Dithi (LeafPlus) dan Angela (Indonesia Expat) di British Rose corner. 
Bersama Ines dan Theo dari Yayasan Greeneration di panggung buat konferensi pers hehe. 
Sebelum bubar jalan, foto bareng dengan beberapa tamu undangan dan CEO The Body Shop Indonesia yang baru. 

Setelah menghadiri acara tersebut, saya semakin yakin bahwa memilih The Body Shop untuk produk sehari-hari adalah tepat. Saya tidak mengajak Anda untuk mengikuti pilihan saya, tetapi saya hanya ingin memberikan informasi bahwa selalu ada pilihan di sekitar kita untuk memilih produk yang lebih baik. Jadi, pilihan ada di tangan Anda :)

#ILoveTheBodyShop #LYBMember #LYBFan


Disclaimer:
Tulisan ini bukan bentuk endorsement, melainkan opini konsumen setia terhadap produk yang digunakannya sehari-hari. 

3 comments:

Dyahsynta said...

Favoriit! Apalagi White Musk-nya, sampe sekarang belom tertandingi~

Reta Yudistyana said...

Gw juga fansnya TBS nih! Enak, produk-produknya nggak bikin alergi *anaknya sensitif* :')

Rahyang Nusantara said...

@Dyahsynta iya itu juga lembut banget wanginya hehehe

@Reta duh sensitif juga gak hatinya?